Kamis, 30 Oktober 2008

Scolari puji gol Frank Lampard

Lampard adalah salah satu dari lima pemain Chelsea yang masuk nominasi 23 pemain peraih FIFA award. 

Secara keseluruhan terdapat 10 pemain Premier League yang masuk dalam nominasi tersebut dan Lampard menunjukkan alasan penyertaan nya tersebut dengan kemenangan 3-0 di Stadion KC atas klub promosi Hull city.
Bintang Timnas Inggris tersebut menjemput bola di sebelah kiri lapangan dan mencetak gol hanya dalam 2,5 menit dengan melakukan chip dari pinggir lapangan.

Permainan Jenius 
Setelah pertandingan Scolari langsung memuji: "Ini adalah salah satu gold terbaik yang pernah saya lihat dalam hidup saya. Ia fantastis" 

"Mungkin hanya Frank Lampard yang dapat mencetak gol seperti itu. Dia bermain dengan sangat cerdas dengan melihat penjaga gawang dan meletakkan bola sesuai dengan yang dia inginkan" 

"Saya memilih Frank Lampard sebagai peraih World Footballer of the Year. Dia adalah salah satu pencetak gol terbaik di dunia dan dia sangat cerdas. Dia bermain dengan baik di semua pertandingan dan tidak pernah lelah, dia sangat fantastis. Itu merupakan gol yang sagat penting sebab sangat sulit bagi Hull City setelah kebobolan pada 3 menit awal." 

Chelsea sebenarnya mempunyai banyak peluang tetapi gagal dimaksimalkan. Sehingga sampai babak pertama usai Chelsea tetap unggul 1-0. Babak kedua baru berjalan 4 menit kali ini giliran Nicolas Anelka mencetak gol ke gawang Boaz Myhill. Unggul 2-0 tidak membuat kubu Chelsea mengendorkan serangan. Hal itu terlihat dari shots yang dilakukan chelsea hingga 27 kali. Hingga pada menit 75 pemain sayap chelsea Florent Malouda melengkapi kemenangan chelsea menjadi 3-0.

Baca Selengkapnya...

Milan Menyetujui Peminjaman David Beckham

David Beckham akan memulai masa peminjaman di AC Milan mulai tahun 2009 setelah tim Seri A tersebut mencapai kesepakatan dengan klub Amerika Los Angeles Galaxy.

Perjanjian resmi 
Pemain berusia 33 tahun tersebut sangat antusias untuk tinggal di Milan selama jeda kompetisi Major League Soccer untuk melindungi posisinya di skuad internasional Inggris, dan hari ini di Milan terjadi "perjanjian resmi" bagi mantan pemain tengah Manchester United FC dan Real Madrid CF tersebut untuk bergabung Rossoneri sejak tanggal 7 Januari. Panjang masa pinjaman masih belum diumumkan, namun Milan memiliki pilihan untuk mendaftarkan Beckham dalam Piala UEFA apabila mereka lolos dari putaran grup, dan maju ke babak 32 besar yang akan dilakasanakan pada tanggal 24/25 Februari dan 10/11 Maret. 

Merasa Beruntung 
Beckham menjelaskan alasan mengapa dia bergabung dengan AC Milan: "Salah satu alasan saya ingin berlatih dan bermain di Milan selama beberapa bulan adalah fakta bahwa musim MLS yang tidak berjalan sepanjang musim kompetisi Liga Eropa dan tubuh saya terbiasa untuk tidak memiliki masa istirhat yang banyak. Saya telah bermain dengan dua klub terbesar di dunia, man utd dan Real Madrid, dan sekarang saya diberi kesempatan untuk bergabung dengan AC Milan untuk beberapa bulan dan saya merasa sangat beruntung. "

Baca Selengkapnya...

Osteroporosis

Jaringan-jaringan sel tulang menjadi kuat karena kehadiran kalsium. Inilah bahan yang paling kita butuhkan agar tulang kuat dan stabil. Bila massa tulang mengeropos, muncullah osteoporosis (keropos tulang). Wanita paling rentan mengalaminya, meski pria juga punya potensi yang sama. 

Wanita menopause berisiko tinggi terkena keropos tulang akibat hormon estrogen penyokong keberadaan kalsium sudah berkurang, bahkan lenyap. Selain itu, tulang wanita memang lebih kecil dibandingkan dengan tulang pria. 

Sejak di Kandungan 
Coba perhatikan nenek atau kakek kita. Di usianya yang sudah uzur biasanya mereka tampak tidak gagah lagi. Postur tubuhnya kelihatan membungkuk. Atau bila tidak demikian, tinggi badannya menyusut sampai beberapa sentimeter. 

Apa penyebabnya? Tidak lain akibat mengeroposnya tulang. Tenyata osteoporosis termasuk penyakit yang kurang ajar. Tanpa ba bi bu, eeh tiba-tiba muncul. 
Prof. Dr. Ichramsjah A. Rachman, Sp.PD-KG, menyatakan bahwa secara klinis penyakit ini sulit dinilai karena tidak ada rasa nyeri pada tulang saat pengeroposan berlangsung, dalam tahap lanjut sekalipun. 

Umumnya rasa nyeri timbul justru akibat kurangnya estrogen yang terjadi pada wanita menopause atau pasca menopause. Karena itu, tinggi badan menurun hanyalah salah satu tanda sekunder yang bisa diawasi. Jadi, memang osteoporosis menggerogoti tulang secara senyap. 

Lalu, bagaimana cara menyiasati agar tulang kita tidak keropos? Pertama, kita harus tahu kalau tulang dibentuk dari berbagai macam unsur. Ada vitamin, ada juga mineral. Kalsium termasuk bahan pokok pembentuk tulang. Demikian juga vitamin D. Bersama bahan mineral lain seperti fosfor dan protein massa tulang diformasi. 
Ibarat dinding, protein berfungsi sebagai semen dan kalsium-fosfor adalah batu batanya. 

Sejak kita masih di kandungan, saat lahir, remaja, sampai dewasa, tulang dibentuk. Mencapai puncaknya saat usia 30. Mulai usia ini kalsium yang sudah kita tabung akan dikeluarkan. Anda perlu tahu kalau pengeluaran kalsium ini untuk membantu otot agar bisa berkontraksi, mengatur detak jantung, mengontrol tekanan darah, juga mengirimkan pesan di sepanjang saraf.

Tak jarang kalsium keluar dan terbuang percuma, terutama pada perokok, penyuka goreng-gorengan, kopi, alkohol, penggemar berat gula dan garam, atau pengguna obat-obatan golongan steroid dan antasida. 
Hindari semua bahan-bahan dan kebiasaan ini, begitu yang disarankan Dr. Samuel Oetoro, MD. Bahan-bahan ini memang merangsang kalsium keluar dalam jumlah banyak. 

Makan Sehat dan Hindari Stres 
Sebaliknya, pola hidup sehat akan memelihara kadar kalsium dalam tubuh. Minumlah susu, makanlah ikan, dan konsumsi sayur-sayuran berwarna hijau, serta konsumsi suplemen kalsium kalau perlu. Jangan lupa pula, hindari konsumsi asam lemak jenuh. 

Sementara itu, lemak baik seperti asam lemak omega-3 dari ikan laut dalam, asam lemak omega-6 dari jagung, dan asam lemak omega-9 dari kacang-kacangan dan minyak zaitun justru harus diperbanyak asupannya. Itu semua makanan yang meningkatkan kalsium. 

Jangan lupa, Anda perlu mengelola stres. Ketika stres, hormon kortisol akan dikeluarkan tubuh lewat otak. Kortisol adalah hormon katabolik, penyebab hancurnya protein dalam tubuh. Hasilnya, kalsium yang dikeluarkan dari tulang pun akan lebih banyak. 

Supaya tidak stres, cukupkan istirahat. Sekurangnya kita tidur sehari selama enam jam. Kurang dari itu, hormon pertumbuhan akan berkurang. Selain membuat bugar, istirahat membantu tercukupinya produksi hormon pertumbuhan. Hormon ini bertugas mengatur keseimbangan pengeluaran hormon lain, termasuk mengatur penyerapan kalsium dalam tulang.

Baca Selengkapnya...

Fact of Life Insurance

When buying insurance, you can be overwhelmed by an information avalanche. To protect your future from poor choices today, organize your insurance search by employing a few simple questions: Who? What? Where? When? Why? and How much?

Who?

The classic argument to avoid life insurance runs, "If I die, why do I need money?" You don't -- but your family, your business or your favorite charity might. So anyone with dependents, human or otherwise, might need life insurance.
Of course, if you don't need to protect anyone else, insurance is not a wise way to spend money.

According to Steve Kramer, who has served on the members' insurance and benefits committee of the California Society of CPAs for 27 years, this group includes people who have raised and educated children now living independently, folks who have accumulated sufficient assets to support a surviving spouse, and the single elderly (and not-so-elderly) population.

What?

People approach life insurance with predisposed notions, says Rory Roniger, CLU, ChFC, head of the financial services arm of the Eustice Insurance Group in Metairie, La.

"They might be oriented to term insurance yet don't have a good argument as to why," he says.

"Any kind of insurance is a contract with requirements on both sides," says Dave Evans, CFP. "Unfortunately, too many people think life insurance is a commodity, like going to the grocery store and picking up a piece of fruit to judge."

"Term" insurance forms the base of every life insurance policy. Think of it as renting a safety net: The owner pays a fixed premium toward a concrete payoff over a specific time. If you die during this period, the insurance company pays the promised amount. When the policy reaches its deadline, the coverage vanishes.

Lawrence Wentz, who owns the Kindt, Kaye, and Wentz agency near Philadelphia, says that contracts aren't that cut and dried. Many companies sell term policies that guarantee a rate for only 10 years of the protection. A few providers guarantee just a year at the starter rate.

After the secured period ends, the company can charge one of several rates filed with the state insurance commissions.

Speaking of rates, start by assuming the initial quoted rate for your age and life circumstances is too low.

"I've placed people of all age ranges, and not many get this thoroughbred rate after the physical exam and application submission," Wentz says.

The good news: Changing health status during your term limits doesn't affect premiums or payoff. The rub comes when that contract ends. Many companies allow you to buy another policy, but at higher rates to balance your changed health status.

Some insurers offer convertible policies that allow a return client to take out another policy at the rate of a healthy person, but you pay a higher premium for the privilege.

Insurance companies also offer three variations of permanent life insurance -- that is, insurance that covers you for your entire life.

Whole life offers term insurance's set payoff for a set premium, except this policy doesn't come with an ending date. You'll pay the premium for the rest of your life, unless you decide to cash in and receive the cash value as a lump sum.

According to the Life and Health Insurance Foundation for Education, "the cash value of a policy is different from the policy's face amount. The face amount is the money that will be paid at death or policy maturity. Cash value is the amount available if you surrender a policy before its maturity or your death."

With universal life, the insurance company separates the investment and death benefit portions, socking your investment dollars into its choice of bonds, mortgages and money market funds. Then your investment fund pays for the cost of the set death benefit. And, according to LIFE, no matter how badly the investments pan out, the insurance company guarantees you a minimum return.

You as the policyholder can change the premiums and death benefits to suit your current budget, so this appeals to younger crowds.

Finally, if you buy variable life, the death benefit payoff depends on your success in picking investment opportunities with the money (although the insurance company does cough up a guaranteed minimum death benefit at your death if you screw up too badly). These policies must be registered with the U.S. Securities and Exchange Commission.

According to Wentz, most Americans need a combination of these products to adequately protect their assets.

Where?

Approximately 96 percent of life insurance is sold at the kitchen table; a growing 4 percent is sold over the Internet, according to AccuQuote's statistics. In either case, caution should prevail.

"This is not something you want to screw up and leave someone in the lurch," IIAA's Evans says.

First, do you buy through an independent agent or company representative? Independents contend that company representatives find motivation in the month's sales contest to win a Caribbean cruise.

Calling the company directly also may add to your responsibilities, notes Cheryl Gentry, vice president of individual marketing support at American United Life Insurance Company in Indianapolis.

"You usually get a reduced cost in that product because you're asked to orchestrate the medical exam, follow up with filings and handle your own account," she says. AUL works through agents.

Agents, whether company-specific or lone rangers, should provide customer service that walks you through annual statements, untangles premium payment issues and interprets fine print. Good agents can find companies that do things like interpret high blood pressure or cholesterol history in laxer terms, or use unisex weight tables, which are kinder to heavier women.

Commodity-minded citizens -- usually the same crowd that prefers online discount stock brokerages -- like the Internet's no-nonsense quoting capability.

If you take this route, be careful. If you buy the wrong plan or choose the wrong company, you probably won't realize the mistake for 20 years.

"In the end, consumers should buy their insurance from whomever gives the best advice," says Byron Udell, founder and CEO of AccuQuote.

When?

If you buy a term policy, there's no penalty to committing today. Just as homeowners refinance mortgages at lower interest rates, life insurance policyholders can cancel a policy at any time to replace it with a less expensive equivalent -- providing their health remains stable, of course.

Why?

Life insurance provides instant liquidity to meet the obligations that become due upon your death. It's a pool of money to complete what you can't finish. It's also not taxable income, Evans notes.

Of course, don't make it your sole investment strategy. Other vehicles' returns beat permanent insurance products hands down, according to Wentz.

"The old story is to buy term and invest the rest. And that's fine if you immediately put that extra money into an investment vehicle, but it does take discipline to do that," he warns. "If you don't, check universal or whole life."

How Much?

When pondering coverage, buyers first should inventory their assets: job insurance perks, Social Security benefits, IRA accumulations, stocks, bonds and savings accounts.

Then consider factors, such as how many people work in your household and if your need is temporary or permanent. For instance, do you want your spouse to stop working to care for the children?

"We don't want to think about these objectives because it's unpleasant for ourselves. It's easier to flip on a computer, say I need $250,000 and discover it costs X amount per month," Evans says.

Many buyers arrive at coverage numbers using the popular formula of four times their annual current salary. Wrong.

"Too frequently people go into this half cocked with numbers they literally pull out of the sky," says Roniger. "Taking a simple multiple of your current earnings is so nonspecific, it doesn't add up."
He urges clients to rely on a capital assessment to determine coverage need.

"I typically tell people during the accumulation phase of their financial life that now is the time you can start cutting back on life insurance. Instead, build up your capacity to self-insure. Otherwise, here I am five years down the road with pay raises, and I'm still using a multiplier of four times whatever my income is. I'm basically buying more life insurance than I need."

For a gut check, ask yourself Udell's favorite question: "If I wrote you a check today for the amount on your insurance policy, would you work for me for the rest of your life at no pay?"

Next, is the price you pay reasonable? Insurance companies use life expectancy tables and risk classes to determine rates, then factor in underwriting costs. They consider mortality rates over time, so isolated events, such as the Sept. 11 attacks, don't significantly impact rates.

Today, Internet speed means companies compete on rates by the minute, so overall life insurance rates have plummeted nearly 60 percent from their costs just seven years ago, Udell reports. Yet a 40-year-old in good health seeking a 20-year term policy can find quotes ranging from $27 to $189.

"The middle of the pack is almost double what you need to be paying, and believe me, plenty of companies in this level sell tons of life insurance," Udell says.

However, a few extra bucks for an A-plus-rated firm makes sense, agents say. Niceties like convertibility and quick claims processing stack up, too. In other words, cheapest isn't the only consideration.

"Anything within $30 to $50 annually isn't worth the savings to deal with a crappy company," Udell says.

"People often say, 'When I buy life insurance I'm betting against myself.' That's the worst expression I've ever heard," Evans says. "When you purchase insurance, you're betting you'll live but providing an assurance in case you're wrong."

Baca Selengkapnya...

Sabtu, 25 Oktober 2008

Atur Pola Makan, Olahraga dan Kelola Stres

Kata “sehat” mestinya sudah dipahami siapapun. Sebagian menyatakan, sehat itu berarti tidak sakit. Sebaliknya ada sebagian orang mengingkari kenyataan bahwa dia sebenarnya sakit, tetapi mengaku sehat. Dengan demikian “sehat” itu seringkali menjadi relatif dan bergantung pada keadaan dan individu.

Untuk menyamakan persepsi, kita mengambil definisi sehat dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang berbunyi, “Sehat adalah suatu keadaan sehat, baik menyangkut fisik, mental dan sosial”. Pengertian lain yang sering dipakai masyarakat ikhwal status kesehatannya adalah kebugaran.

Orang yang bugar artinya mereka yang dapat melakukan tugas sehari-hari tanpa merasa lelah dan masih berenergi untuk kegiatan waktu luang. Ia juga harus bisa berjalan sejauh 1,5 km atau naik tangga tanpa ngos-ngiosan atau merasa berat di kedua kaki. Sebaliknya kalau sepanjang hari lebih banyak duduk kemungkinan anda tidak bugar.

Tanda-tanda tidak bugar antara lain merasa lelah sepanjang waktu, tidak mampu mengimbangi teman usia, menghindari kegiatan fisik karena cepat lelah dan ngos-ngosan atau lelah meski baru jalan sebentar.

POLA MAKAN SEHAT

Agar tubuh sehat, kita semua perlu menu bergizi seimbang, paling tidak sesuai pedoman umum gizi seimbang yang dikeluarkan pemerintah. Kita perlu disiplin dalam menghadapi kebiasaan makan. Diantaranya makan hanya jika benar-benar lapar. Biasanya tubuh memerlukan tenggang waktu selama 4 jam diantara waktu makan (dengan catatan tidak diselingi makan snack lagi) untuk merasa lapar kembali.

Kebiasaan lain yang perlu dilakukan adalah berhenti makan jika sudah kenyang. Meski sepintas mudah, tapi hal ini sulit dijalani. Ini lebih baik sebelum anda merasa benar-benar tak bisa lagi mengunyah makanan berikutnya.

Stress kadang juga memicu kita untuk menyantap makanan secara berlebihan. Kalau itu yang terjadi, mulai sekarang hilangkan stress tanpa makanan. Coba pilih cara lain yang bukan melalui makanan/minuman untuk menghilangkan stres. Saat rasa lapar menyergap cobalah minum minuman hangat. Cairan hangat bisa membantu menghilangkan rasa lapar, selain mencegah makan secara berlebihan.

Konsumsi makanan berserat seperti buah-buahan, sayuran dan biji-bijian memerlukan waktu lebih lama untuk dicerna. Hal itu akan membuat kita merasa kenyang lebih lama tanpa khawatir akan kelebihan asupan kalori. Tak kalah penting adalah membatasi konsumsi alkohol. Selain bisa menurunkan daya tahan tubuh dan mempertinggi rasa lapar alkohol juga mengandung kalori tinggi.

Baca Selengkapnya...

Oedipus Complex

Diskusi hangat mengenai hal tersebut terjadi dalam sebuah kelas Psikologi pada saat membahas konsep oedipus complex dan electra complex. Mahasiswa menjadi asyik membahas beberapa kasus yang mereka jumpai.

Menurut mereka, dibanding electra complex, tampaknya fenomena menyerupai oedipus complex lebih banyak terjadi. Mereka ingin tahu bahwa cukup banyak pria dewasa yang masih bergantung pada ibunya, dan apakah itu dapat disebut gejala oedipus complex.

Kompetisi dengan Ayah 
Oedipus complex adalah istilah Sigmund Freud untuk menggambarkan kecenderungan anak laki-laki usia 3-5 tahun (masa phallic) berkompetisi dengan ayahnya untuk mendapatkan perhatian dan kasih sayang ibu; dan dorongan seksual terhadap ibu dikendalikan karena rasa takut akan hukuman dari ayah. Pada anak laki-laki, ketakutan terhadap ayah tersebut mewujud dalam ketakutan akan dipotong penisnya (castration complex).
Sementara itu, electra complex merupakan keadaan yang sama dengan oedipus complex, tetapi terjadi pada anak perempuan.

Konsep oedipus complex dan electra complex merupakan bagian dari penjelasan Freud mengenai tahapan-tahapan perkembangan kepribadian (dari lahir hingga akil balik) yang tidak lepas dari adanya libido.

Libido (dorongan erotis-biologis) menurut ahli Psikoanalisis ini tidak muncul secara mendadak pada masa pubertas, melainkan sudah ada sejak lahir dan perwujudannya berbeda-beda menurut tahapan usia. Teori perkembangan dari Freud ini disebut teori perkembangan Psikoseksual.

Dalam teori perkembangan tersebut dinyatakan bahwa seseorang dapat gagal mengatasi konflik yang terjadi dalam tiap-tiap tahapan (oral, anal, phallic, latency, genital). Perkembangannya berhenti dalam tahap tersebut hingga dewasa. Jadi, bila seorang anak pada masa phallic tidak berhasil mengatasi oedipus complex, akan terbawa terus hingga dewasa.

Namun, teori perkembangan Psikoseksual dari Freud tersebut ditentang oleh tokoh-tokoh Psikoanalisis yang lain. Mereka menolak anggapan libido merupakan hal yang mendasari perilaku dan perkembangan kepribadian. Memang, teori tersebut dibangun Freud atas dasar kasus-kasus klinis yang ditanganinya sebagai psikiater, sehingga tidak mencerminkan perkembangan individu yang normal.

Fenomena Anak Mami
Dalam memahami fenomena ”laki-laki anak mami”, kita tidak dapat begitu saja berpegang pada konsep oedipus complex bila dipahami dalam konteks teori Freud (libido mendasari perilaku).

Kita tidak menafikan kenyataan bahwa kasus-kasus incest (hubungan seksual antara anak dan orangtua) terjadi dalam masyarakat, tetapi gejala ”laki-laki anak mami” biasanya tidak sampai pada relasi, bahkan dorongan seksual.

Salah satu kasus adalah pria berusia 35 tahun yang baru saja menikah. Sebutlah namanya Jojo, dosen fakultas ekonomi sebuah perguruan tinggi. Sang istri adalah mantan mahasiswanya. Proses menuju pernikahan berlangsung alot, meski sebenarnya hubungan mereka telah menghasilkan seorang anak laki-laki berusia 3 tahun. Pasalnya ibu Jojo kurang merestui hubungan mereka.

Bagi ibu Jojo (didukung penuh oleh Jojo), meski merupakan wanita baik-baik, Juli (pasangan Jojo) bukanlah pilihan ideal karena berasal dari ras yang berbeda. Juli harus merana sekian lama, membesarkan bayinya sendiri di sebuah kota kecil, disokong oleh sang ayah yang sudah lanjut usia (ibunya sudah wafat).
Saat bayi lahir di rumah sakit, sempat terjadi rebutan antara keluarga Jojo dan Juli. Setelah mengetahui Juli melahirkan bayi yang sehat dan menarik, keluarga Jojo mulai mendekati Juli dengan maksud agar mereka dapat memiliki anak tersebut.

Akhirnya proses menuju perkawinan mulai dibicarakan meski Jojo selalu mengatakan sangat berat kalau harus menikahi Juli. Sejak awal hubungan mereka terseok-seok. Jojo sering mengatakan Juli ”tidak ada apa-apanya” buat dia. Sebaliknya ia selalu memuji ibu dan adik perempuannya. Ia bahkan sering melontarkan sumpah serapah penghuni kebun binatang untuk Juli.

Juli sempat merasa sangat tidak berdaya dan takut menghadapi perkawinannya. Jojo mengharuskan keluarga Juli pun patuh sepenuhnya pada rancangan ibu Jojo. Rencana Juli kuliah S2 (atas biaya sang ayah) dan membangun usaha terancam batal karena ibu Jojo menginginkan Juli bekerja di kantor orang.

Sering ia mengajak berkonsultasi dengan rohaniawan, tetapi Jojo bilang, ”Semua konselormu nggak ada yang bener.” Akhirnya Juli toh menemukan kekuatan. Meski pasangannya tetap berperilaku negatif, ia sudah cukup kuat dan mengerti bagaimana menyikapinya. Itulah sebabnya ia memutuskan menikahi Jojo.

Sulit Mendapat Pasangan
Masih banyak kasus lain yang menunjukkan hubungan lekat ibu dengan anak lelakinya yang sangat eksklusif hingga dewasa. Kasus lain yang unik terjadi pada pria lajang berusia 40-an tahun. Ia sulit menemukan jodoh karena terobsesi akan ibunya. Ia terus menjadikan ibunya sebagai pusat hidupnya.

Setelah ibunya sakit, meskipun ada saudara-saudara lain yang dapat mengurus, ia tetap mengambil tanggung jawab, termasuk memandikan. Ia memperlakukan ibunya seperti benda kesayangan yang mudah pecah, yang harus terus dijaga. Sementara wanita lain yang sempat dekat dengannya dituntut untuk menjadi seperti ibunya.

Pria-pria yang tak sanggup lepas dari ibu umumnya sulit mendapatkan pasangan. Ia akan menuntut pasangannya sama dengan ibunya. Mereka tidak mampu memberikan cinta secara dewasa karena sebenarnya mengalami fiksasi dalam perkembangan, yakni tetap menjadi anak-anak yang memerlukan kasih sayang dan perlindungan dari ibunya.
Dalam menjalin hubungan cinta dengan wanita lain, cinta yang diberikannya berupa cinta kanak-kanak yang masih bersifat egoistis. Konflik akan sering terjadi bila hubungan dengan pria semacam itu dilanjutkan ke jenjang perkawinan.

Baca Selengkapnya...

Rabu, 22 Oktober 2008

Lowongan CPNS BPK 2008

Lowongan CPNS 2008: BADAN PEMERIKSA KEUANGAN (Pendaftaran Online: 19 Oktober - 25 Oktober 2008)

P E N G U M U M A N

Nomor : 01/S.Peng/X-X.3/10/2008

PENERIMAAN CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL BADAN PEMERIKSA KEUANGAN RI

TINGKAT SARJANA DAN DIPLOMA III TAHUN ANGGARAN 2008/2009

Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia, lembaga negara yang mempunyai tugas pokok memeriksa pengelolaan dan tanggungjawab keuangan negara, membuka kesempatan kepada Warga Negara Indonesia, pria dan wanita, lulusan Sarjana dan Diploma III untuk diangkat sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Golongan II / III dan ditempatkan pada Kantor Pusat/Kantor Perwakilan BPK-RI di seluruh Indonesia dengan ketentuan-ketentuan sebagai berikut:

I. FORMASI

Sarjana (S1) dengan Fakultas/Jurusan/Program Studi :

NO FAKULTAS JURUSAN PROGRAM STUDI FORMASI KODE JURUSAN


1 EKONOMI Akuntansi Manajemen Ilmu Ekonomi Umum/Keuangan/SDM 130

15 10 AK MN SP

2 HUKUM Ilmu Hukum 35 HU

3 TEKNIK Teknik Sipil Teknik Industri Teknik Pertambangan/Geologi Teknik Arsitektur 10 5 4 5 TS TI TP TA

4 TEKNIK/MIPA Teknik Informatika/Komputer 10 TK

5 ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK Ilmu Komunikasi/Komunikasi Massa Administrasi Negara/Publik 10 24 IK AN

6 PERTANIAN Pertanian Teknologi Pertanian 5 PT

7 ILMU KEPERAWATAN Ilmu Keperawatan 5 IP

8 PSIKOLOGI Psikologi 5 PS

9 SASTRA Sastra Indonesia 3 SI

Diploma III (D3) dengan Fakultas/Jurusan/Program Studi :


NO FAKULTAS JURUSAN PROGRAM STUDI FORMASI KODE JURUSAN

1 EKONOMI/ILMU SOSIAL DAN POLITIK Akuntansi Manajemen/Perkantoran/ Administrasi 50 96 DA DM

2 TEKNIK/MIPA Manajemen Informatika/Teknik Informatika 40 DI

3 TEKNIK Teknik Elektro/Teknik Mesin 20 DE


II. PERSYARATAN KHUSUS

Persyaratan Akademis : (Sarjana/Diploma III) Lulusan Perguruan Tinggi Negeri yang terakreditasi Badan Akreditasi Nasional dengan Kategori A, IPK : S1 minimal 2,50 (dua koma lima nol); Lulusan Perguruan Tinggi Negeri yang terakreditasi Badan Akreditasi Nasional dengan Kategori B, IPK : S1 minimal 2,75 (dua koma tujuh lima); Lulusan Perguruan Tinggi Swasta yang terakreditasi Badan Akreditasi Nasional dengan Kategori A, IPK : S1 minimal 3,00 (tiga koma nol);

Usia

Berusia setinggi-tingginya 30 tahun per tanggal 1 Mei 2009 untuk tingkat Sarjana; Berusia setinggi-tingginya 25 tahun per tanggal 1 Mei 2009 untuk tingkat Diploma III; Belum pernah menikah dan bersedia tidak menikah sampai dengan diterimanya petikan Surat Keputusan Sekretaris Jenderal BPK-RI tentang Pengangkatan sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).

III. PENDAFTARAN

Pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil BPK-RI dilaksanakan dengan mekanisme sebagai berikut :

Mengisi Formulir Lamaran yang tersedia secara online pada website CPNS BPK-RI mulai tanggal 19 Oktober 2008 sampai dengan tanggal 25 Oktober 2008 pada website CPNS BPK-RI http://cpns.bpk.go.id untuk memperoleh bukti registrasi pendaftaran yang print out-nya harus dilampirkan bersama dengan berkas lamaran.

Mengirimkan Berkas Lamaran yang dilampiri print out bukti registrasi pendaftaran dan diterima Panitia selambat-lambatnya tanggal 01 Nopember 2008 serta ditujukan kepada :

PANITIA PENERIMAAN CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA PO BOX 1401 JKP 10210

Berkas Lamaran sebagaimana dimaksud pada angka 1 huruf b di atas terdiri dari :

Surat Lamaran dengan ditulis tangan.

Daftar Riwayat Hidup sesuai formulir yang dapat diunduh pada website CPNS BPK-RI.

Pas foto terakhir ukuran 4×6 (berwarna) sebanyak 3 lembar (Bagian belakang foto ditulisi nama dan jurusan studi pelamar); Fotokopi KTP yang masih berlaku; Fotokopi ijazah (S1) atau Surat Keterangan Lulus (SKL) atau Ijazah Sementara dan transkrip nilai yang sudah dilegalisir (cap dan tanda tangan asli) oleh Dekan/Pembantu Dekan I/Direktur Program.

Fotokopi Akte Kelahiran

Surat Pernyataan belum menikah dan bersedia tidak menikah yang dapat diunduh pada website CPNS BPK-RI.

Berkas Lamaran sebagaimana disebutkan pada angka 2 di atas, disusun rapi sesuai urutan di atas dimasukkan dalam map (warna bebas) dengan bagian depan map ditempeli print out bukti registrasi pendaftaran.

Berkas lamaran sebagaimana disebutkan dalam angka 3 kemudian dimasukkan ke dalam amplop warna coklat dan diberi KODE JURUSAN sesuai Kode Formasi pada kanan atas amplop.

Panitia hanya menerima lamaran yang dilampiri print out register pendaftaran dan disampaikan melalui PO BOX tersebut di atas serta tidak menerima lamaran dengan format lain.

Setiap Pelamar hanya diperkenankan mengirimkan satu berkas lamaran.

Berkas lamaran yang tidak memenuhi persyaratan tersebut di atas tidak akan diproses.

Berkas lamaran yang diterima Panitia tidak dapat diminta kembali.

IV. TAHAPAN DAN PELAKSANAAN SELEKSI

Seleksi penerimaan CPNS dilakukan dengan tahapan-tahapan sebagai berikut:

Administratif;

Pengetahuan Umum, meliputi :

1). Tes Potensi Akademik (TPA);

2). English Proficiency Test ;

3). Tes Pengetahuan Bahasa Indonesia (TPBI); Psikotes; serta Wawancara Orientasi.
Pelamar yang telah memenuhi ketentuan pendaftaran dan persyaratan administratif akan dipanggil untuk mengikuti tahap seleksi Penerimaan CPNS berikutnya.

Setiap Pelamar yang berhak mengikuti seleksi akan diumumkan per tahap melalui website CPNS BPK-RI http://cpns.bpk.go.id

Surat panggilan untuk mengikuti ujian per tahap akan dikirim ke alamat peserta.

Pelaksanaan seleksi penerimaan CPNS akan dilaksanakan secara serempak di seluruh Indonesia berdasarkan pilihan lokasi ujian sebagaimana tercantum dalam website Penerimaan CPNS BPK-RI.

Kartu Peserta Ujian (KPU) harus diambil sendiri oleh peserta ujian di kantor BPK sesuai dengan lokasi ujian dan jadwal waktu pengambilan dengan menunjukkan Surat Panggilan beserta kartu identitas diri (KTP asli) peserta.

Jadwal pengambilan Kartu Tanda Peserta Ujian akan diumumkan melalui website Penerimaan CPNS BPK-RI.

Apabila peserta belum menerima surat panggilan per pos, maka pengumuman melalui website CPNS BPK-RI dapat dianggap sebagai surat panggilan setelah dilaporkan dan dinyatakan benar oleh Panitia.


Seleksi Penerimaan CPNS per tahap dilakukan dengan sistem gugur dan Keputusan kelulusan yang ditetapkan oleh Panitia tidak dapat diganggu gugat.

V. LAIN-LAIN

Seleksi masuk Calon Pegawai Negeri Sipil BPK-RI sama sekali tidak dipungut biaya. Berkas Lamaran yang dikirim kepada Panitia Penerimaan CPNS BPK-RI Tahun 2008/2009 sebelum pengumuman ini diterbitkan dianggap tidak berlaku dan tidak diproses untuk pelaksanaan seleksi.

Peserta yang dinyatakan lulus pada tahap terakhir dan akan diangkat menjadi CPNS BPK RI wajib menyerahkan Ijazah Asli sesuai formasi untuk disimpan pada Biro SDM BPK RI selama 4 Tahun.

Bagi mereka yang telah dinyatakan lulus pada tahap akhir seleksi dan akan diproses untuk pengusulan sebagai CPNS BPK-RI tetapi mengundurkan diri dan atau apabila selama dalam jangka waktu 4 (empat) tahun ikatan wajib kerja yang telah diperjanjikan mengundurkan diri diwajibkan membayar ganti rugi sebesar Rp 25.000.000,- (dua puluh lima juta rupiah) untuk disetorkan ke Kas Negara.

Apabila dalam jangka waktu ikatan wajib kerja tersebut, CPNS atau PNS tidak melakukan kewajibannya dan atau melarikan diri dari kewajibannya dan atau setelah diumumkannya hasil seleksi tahap akhir penerimaan CPNS BPK-RI diketahui adanya data atau ketentuan yang tidak benar, BPK-RI akan membatalkan kelulusan/proses pengusulan menjadi CPNS, memberhentikan sebagai PNS serta melakukan proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

Informasi resmi yang terkait dengan Penerimaan CPNS BPK-RI 2008/2009 adalah website CPNS BPK-RI http://cpns.bpk.go.id

Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Panitia Penerimaan CPNS No. Telp: (021) 5704395 ext. 382/386 setiap hari kerja (jam 09.00 – 15.00 WIB) atau via e-mail ke panitiacpns@bpk.go.id.

VI. PENEMPATAN

Calon Pegawai Negeri Sipil hasil penerimaan tahun 2008/2009 akan ditempatkan pada Kantor Pusat dan Kantor Perwakilan BPK-RI di seluruh Indonesia untuk mengisi kebutuhan sumber daya manusia sesuai formasi yang ditetapkan.

Bagi Pelamar yang telah dinyatakan diterima dan diangkat sebagai CPNS, yang bersangkutan tidak dapat menolak/menunda penempatan dengan alasan apapun.

Jakarta, 17 Oktober 2008

BADAN PEMERIKSA KEUANGAN RI SEKRETARIS JENDERAL selaku Ketua Panitia Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil

Badan Pemeriksa Keuangan RI Tahun 2008/2009


Drs. DHARMA BHAKTI, MA.

NIP. 060049770

Baca Selengkapnya...

Subsidi Energi Melimpah

Jakarta - Harga minyak yang terus menurun membuat subsidi energi di APBNP 2008 menjadi berlebihan. Bahkan jika rata-rata ICP (Indonesia Crude Price) jatuh di US$ 105 per barel, maka bisa ada kelebihan subsidi BBM dan listrik sebesar Rp 24,5 triliun.
 
Demikian disampaikan anggota Komisi VII Tjatur Sapto Edy usai Rapat Pansus Hak Angket BBM di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Rabu (22/10/2008).
 
"Kalau rata-rata ICP US$ 105 per barel, ada kelebihan Rp 24,5 triliun," katanya.
 
Perhitungan tersebut menggunakan asumsi volume BBM subsidi 38,8 juta kilo liter dan alokasi subsidi energi Rp 187 triliun.
 
Selain itu Tjatur juga memperhitungkan bantalan subsidi energi sebesar Rp 18,3 triliun sehingga subsidi energi di APBNP 2008 bisa mencapai Rp 205,3 triliun.
 
Namun dengan kondisi seperti sekarang, dimana harga minyak terus turun, maka subsidi energi yang terpakai diperkirakan hanya terpakai sekitar Rp 190,5 triliun.
 
"Dengan asumsi realisasi konsumsi 38,8 juta KL dan harga BBM berlaku saat ini, subsidi energi total Rp 180,7 triliun,sehingga ada dana sisa Rp 24,6 triliun jika ICP US$ 105 per barel. Subsidi yang dibutuhkan Rp 190,5 triliun," katanya.
 
Dirjen Migas Evita Legowo sebelumnya menyatakan rata-rata ICP baru mencapai US$ 108 per barel. Tapi menurut Tjatur, dengan ICP sebesar itu pun tetap ada kelebihan subsidi sebesar Rp 14,8 triliun

Baca Selengkapnya...

Minggu, 19 Oktober 2008

Industrial Life Insurance

After the war it became clear that life insurance service to the wage earners of the United States and Canada was the central theme of Metropolitan history. It determined the character of the company's development as has no other single factor and its imprint is clearly marked upon the pattern of the Metropolitan's activities. It explains the development of the Industrial Department, which continued to be a very effective medium for meeting the insurance needs of this group. The Metropolitan was not the first company in this country to write industrial insurance.

The honor rightly belongs to the Prudential Insurance Company of America whose operations as the Prudential Friendly Society antedated those of the Metropolitan by four years. It is true, however, that the Metropolitan began to serve the wage earners of this country a full decade before the launching of its industrial business in 1879. Within the first years of its founding, the company underwrote the low cost life insurance of a workingmen's organization which received premiums weekly from its members and transmitted them quarterly to the Company. Thus the Metropolitan from its inception devoted special attention to working people, and has retained this as a primary and absorbing interest throughout the years.

Industrial life insurance has been variously defined. It is essentiallylife insurance for the great majority of people who make up theindustrial or wage earning population. It took form and direction as our mighty cities grew and as more and more people became wage earners. They had probably more need for life insurance than the better circumstanced groups, but they could buy it only in small amounts and could pay for it only out of wages usually received weekly. Experience has indicated that the families, for whom industrial insurance has been designed, generally did not find it convenient to remit the small premiums directly to the company, or found the cost of that method out of all proportion.
It was essential that someone receive the premiums each week at their homes. Here, then, is the essence of weekly premium industrial life insurance: insurance in relatively small amounts on the lives of working men and their families, paid for out of wages, to agents who personally receive the premiums weekly. Such insurance has the same objectives as ordinary insurance, but in more modest degree; and both forms are based on the same scientific principles of level premium and reserve.

In view of the pressing need of life insurance, especially no medical exam life insurance, by working people, it is surprising that this branch of the business developed so late in our insurance history. It was inaugurated in America, as we have pointed out, in 1875, by the Prudential of Newark. Workingmen, not sought by the insurance companies, at first attempted to meet their needs through cooperative assessment societies. Unfortunately, these societies suf¬fered from the defects inherent in the assessment plan of operation, and they failed, as the assessment plan has generally failed, both in England and in America.
Following the Civil War, feeble attempts were made by one company or another to furnish insurance to wage earners, but they did not succeed, either because of the unsoundness of their plans or because they did not recognize the necessity of receiving the premiums at the homes of the insured. The fact is that Industrial insurance did not take hold in America until the Prudential, the John Hancock, and the Metropolitan launched it, following the essentials of procedure--actuarial, managerial, and administrative--which the Prudential of London had worked out during more than 20 years of operation.

Baca Selengkapnya...