Selasa, 04 November 2008

Sindrom Pernapasan Akut Berat

Sindrom pernapasan akut berat adalah kumpulan gejala dari penyakit infeksi pernapasan akut dan berat, yang diduga disebabkan oleh virus Family Paramyxovirus รจ Corona Virus. Penyakit ini lebih kita kenal sebagai SARS
Waktu antara virus masuk sampai timbul gejala berkisar 2-7 hari.

Gejala :
1) Demam tinggi (> 38˚C), dengnan satu atau lebih gangguan pernapasan yaitu : batuk, sesak napas, napas pendek dan kesulitan bernapas.
2) Sakit kepala, kaku otot, tidak napsu makan, lesu, gangguan kesadaran, kemerahan pada kulit, dan diare.
3) Mempunyai riwayat sebagai berikut : Dalam 10 hari terakhir sebelum sakit mempunyai riwayat kontak erat dengan seseorang yang telah didiagnosa sebagai penderita SARS (yang dianggap sebagai kontak erat adalah orang yang merawat, tinggal serumah, atau berhubungan langsung dengan cairan dari saluran pernapasan atau jaringan tubuh seorang penderita SARS).

Wabah “misterius” ini melanda kawasan Asia maupun Eropa dengan meminta banyak korban. Sebagian besar kasus berada di daratan Cina, menyebar secara cepat ke wilayah Hongkong, kemudian ke seluruh dunia. Penularannya melalui kontak dengan percikan cairan tubuh penderita seperti batuk dan bersin. Hasil pengamatan di Hongkong menunjukkan bahwa orang muda dan dewasa yang sehat, jika tertular SARS akan cepat sembuh. Dengan demikian berarti kelompok yang rentan terhadap SARS dan perlu perhatian yang lebih serius, adalah anak-anak dan usia lanjut.

Kebutuhan gizi.
1) Pada saat/sudah terjangkit. Jika dilihat dari kondisinya, seperti demam, dan batuk berdahak, menunjukkan ada peningkatan suhu tubuh serta kemungkinan infeksi. Untuk mengupayakan peningkatan daya tahan tubuh serta penurunan suhu tubuh menuju normal, dibutuhkan protein dan air yang cukup. Selain itu, diperlukan juga peningkatan konsumsi vitamin C, vitamin E, atau vitamin A dan Seng (Zn). Vitamin-vitamin tersebut akan membantu tercapainya metabolisme yang normal, dan meningkatkan efisiensi penyerapan zat gizi tertentu, sehingga kondisi tubuh dapat membaik.
Seperti pada kasus radang paru yang lain, bila ada gejala sesak napas akibat kekurangan O2, maka perlu dilakukan pemeriksaan kadar CO2 darah, dan kalau ditemukan kadarnya tinggi maka penderita SARS diberikan diet Rendah Karbohidrat Tinggi Lemak. Maka prinsip diet penyakit SARS adalah Rendah Karbohidrat Tinggi Lemak. Diet tersebut dapat menurunkan kadar CO2 dalam darah sehingga membantu menurunkan gangguan pernapasan.
Namun demikian, penderita SARS harus dirawat di Rumah Sakit dan penatalaksanaan dietnya menjadi tanggung jawab pelayanan gizi rumah sakit.
2) Sebelum terjangkit. Diasumsikan kondisi sebelum terjangkit adalah normal. Untuk menghindari terjangkit virus SARS, perlu peningkatan konsumsi gizi, terutama protein, vitamin C, vitamin A, vitamin E dan Seng (Zn). Belum diketahui secara pasti persentase kenaikan konsumsi zat gizi tersebut, namun demikian tidak perlu berlebihan. Kalau perlu dapat menggunakan makanan suplemen tertentu, asalkan sesuai dengan petunjuk tim medis.
Prinsip umum makanan untuk mencegah SARS adalah :
· Rendah karbohidrat. Bahan makanan sumber karbohidrat antara lain adalah : beras, jagung, singkong, talas, roti, dll.
· Tinggi lemak. Bahan makanan tinggi lemak antara lain : kacang tanah, margarine, keju, lemak daging, susu full-cream, dll.
· Cukup protein. Bahan makanan sumber protein antara lain : telur, daging, susu, hati, tempe, ikan, kacang-kacangan.
· Kaya vitamin A dan Kalsium. Bahan makanan sumber vitamin A dan mineral antara lain: buah-buahan berwarna jingga, sayuran hijau tua, hati, telur, keju, margarine, daging, ikan laut, dll.
· Sumber vitamin C dan E: Sayuran, buah-buahan, dan serealia.
· Sumber mineral Zn : hasil laut (sea food).


Tidak ada komentar: